Sayap Yang Patah
Auteur : Albert Lutano
Date de publication : 101
Éditeur : Matriks Desain Manusia
Nombre de pages : 78
Résumé du livre
Kembali Pada Keseimbangan Tri Hita Karana
Kadek Dian memiliki hidup yang tampak "sempurna" di sosial media: sprei linen oatmeal yang artistik, seduhan kopi single origin Kintamani, dan feed Instagram yang penuh dengan ketenangan palsu.
Namun, di balik kurasi vibes yang estetik itu, jantungnya berdebar bukan karena jatuh cinta, melainkan karena notifikasi tajam tagihan PayLater yang jatuh tempo, cicilan motor yang menunggak, dan pesan Ibu tentang kewajiban tradisi yang terasa sebagai beban.
Di ambang kehancuran finansial dan mental, Dian terpaksa "magang" di workshop perak sepupunya, Bli Wayan, di Ubud. Di sana, ia memasuki dunia di mana spreadsheet keuangan bertemu dengan asap dupa, dan ketajaman logika bisnis beradu dengan ketulusan doa.
Audit yang ia lakukan awalnya dipenuhi sinisme: ia menganggap satu jam kerja yang "hilang" demi Tumpek Landep sebagai inefisiensi, dan dukungan perusahaan untuk Ngaben karyawan sebagai kebocoran anggaran. Namun, Dian perlahan menyadari bahwa bisnis yang ia audit bukan sekadar mengejar margin, melainkan menjaga sebuah ekosistem kehidupan.
Melalui perjalanan ini, Dian belajar bahasa yang tidak pernah diajarkan di agency manapun: Tri Hita Karana. Sebuah prinsip kuno tentang sirkulasi hidup antara manusia, alam, dan Tuhan yang ternyata menjadi kunci untuk memulihkan "kendi retak" dalam arus kas dan jiwanya.